Minggu, 27 September 2015

Cerita Pendek - Cerpen

Diposting oleh Unknown di 09.24

Annyeong^^ Kita ketemu lagi. Mungkin ada diantara teman-teman yang ingin atau sedang menulis cerpen? Berikut ada sedikit bahasannya.

Arti cerpen sendiri udah tau, kan? Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah cerita tentang mantan suatu bentuk prosa naratif fiktif (sumber: wikipedia). Panjangnya kurang dari 10.000 kata (kurang lebih 3-10 halaman), dapat dibaca dalam waktu singkat, memberi kesan tunggal dan dominan, serta memusatkan pada satu tokoh dalam satu situasi.

Tidak semua cerita yang pendek disebut cerpen. Sebuah cerpen memiliki ciri-ciri:
1.    Ceritanya bersifat fiksi atau rekaan, bukan peristiwa yang benar-benar terjadi, tetapi logis bila terjadi
2.    Pokok pencerita terfokus pada satu aspek cerita yang menimbulkan kesan tunggal
3.    Masalah yang diungkapkan terbatas pada hal-hal yang penting saja, dengan pilihan kata yang tepat
4.    Peristiwa disusun dengan cermat, jelas, dan efektif
5.    Penyajian cerita bersifat naratif
6.    Panjang karangannya kurang dari 10.000 kata
7.    Dapat tuntas dibaca sekali duduk
8.    Berpusat pada satu pokok atau satu masalah

Cerpen dibangun atas dua unsur, yaitu:
1.    Unsur Intrinsik, adalah unsur yang membangun cerpen dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur ini meliputi:

a.    Tema, yaitu pokok cerita atau dasar pembicaraan dalam cerita. Tema juga disebut dengan ide cerita.

b.    Penokohan/Perwatakan. Istilah tokoh merujuk pada orang atau pelaku cerita. Sedangkan penokohan menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Secara umum, kita mengenal tokoh:
1)    Protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh yang memiliki nilai-nilai ideal dan menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca
2)    Antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Yang jahat dan bikin gregetan gitu T_T
3)    Tritagonis adalah tokoh penengah yang fungsinya membantu menyelesaikan sebuah cerita
Ada beberapa penggambaran tokoh dalam cerpen, yaitu:
a)    Analitik (secara langsung), yaitu pengarang melukiskan watak tokoh secara langsung terhadap keadaan sikap, watak, dan kepribadian pelaku
b)   Dramatik (secara tidak langsung), pengarang melukiskan keadaan sekitar tubuh, tingkah laku, pandangan hidup, keadaan fisik dan tanggapan tokoh lain dalam cerpen
c)    Campuran, yaitu melukiskan watak tokoh dengan cara menggabungkan dramatik dan analitik

c.     Alur/Plot, yaitu urutan peristiwa yang terjadi berdasarkan hukum sebab-akibat. Alur membuat cerita berkesinambungan. Ada beberapa macam jenis alur, yaitu:
a)    Alur Maju, alur yang disusun dengan peristiwa yang berurutan mulai dari perkenalan hingga penyelesaian. Urutan peristiwanya:
1)    Mulai melukiskan keadaan (situation)
2)    Peristiwa mulai bergerak (generating circum tanses)
3)    Keadaan mulai memuncak (rising action)
4)    Mencapai titik puncak (klimaks)
5)    Pemecahan masalah/penyelesaian (denovement)
b)   Alur Sorot Balik (Flashback), yaitu peristiwa yang disusun tidak beraturan. Dapat dimulai dari peristiwa terakhir atau di tengah, kemudian menengok kembali pada peristiwa sebelumnya.
c)    Alur Campuran, yaitu alur yang menggunakan gabungan alur maju dan alur mundur.

d.    Setting/Latar, yaitu pelukisan tempat, waktu, suasana, dan situasi terjadinya suatu peristiwa dalam cerita.

e.    Sudut Pandang (Point Of View). Pada dasarnya, sudut pandang adalah veri pengarang, dalam arti sudut pandang yang diambil oleh pengarang untuk melihat peristiwa dan kejadian dalam cerita.
Ada 4 jenis sudut pandang yang biasa digunakan:
1)    Sudut pandang first person-central atau akuan sertaan (orang pertama, pelaku utama), artinya pengarang secara langsung terlibat dalam cerita
2)    Sudut pandang first person peripherial atau akuan tak sertaan (orang pertama, pelaku sampingan), artinya tokoh “aku” biasanya hanya menjadi pembantu atau pengantar tokoh lain yang lebih penting
3)    Sudut pandang third person-omniscient atau diaan mahatahu/serba tahu (orang ketiga, pelaku utama), artinya pengarang berada di luar cerita dan hanya menjadi seorang pengamat mahatahu atas peristiwa di luar tokoh atau di dalam batin tokoh
4)    Sudut pandang third person-limited atau diaan terbatas (orang ketiga, pelaku sampingan), artinya pengarang mempergunakan orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas hak berceritanya.

f.     Konflik/Tegangan/Suspens, bagian cerita yang membuat pembaca tertarik untuk mengetahui kelanjutannya.

g.    Suasana, artinya segala sesuatu yang dialami pelaku, baik yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, dan sebagainya.

h.    Gaya Bahasa. Pengarang melukiskan watak para pelaku dengan gaya bahasa yang sesuai dengan pengarang untuk menghidupkan cerita. Gaya bahasa diartikan kemahiran seorang pengarang dalam memilih dan menggunakan kata (diksi), yang pada akhirnya menjadi hasil ekspresi dirinya.

i.      Amanat, yaitu nilai, kesan, pesan dalam cerpen. Amanat adalah pesan berguna yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.

2.    Unsur Ekstrinsik, adalah unsur yang berada di luar cerpen, tetapi ikut mempengaruhi cerpen tersebut. Unsur ini meliputi:

a)    Keadaan subjektivitas yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup.
b)   Keadaan psikologis pengarang (yang mencakup proses kreatifnya).
c)    Keadaan lingkungan pengarang.
d)   Kondisi masyarakat atau pandangan hidup suatu masyarakat.

Tangan keriting ngetik segini juga. Sekian untuk kali ini^^ Semoga membantu...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Atika Ariyanti Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea