Annyeong^^ Kita ketemu lagi. Mungkin ada diantara teman-teman yang ingin atau sedang menulis cerpen? Berikut ada sedikit bahasannya.
Arti cerpen sendiri udah tau, kan? Cerita pendek atau sering disingkat
sebagai cerpen adalah cerita
tentang mantan suatu bentuk prosa naratif fiktif (sumber: wikipedia).
Panjangnya kurang dari 10.000 kata (kurang lebih 3-10 halaman), dapat dibaca
dalam waktu singkat, memberi kesan tunggal dan dominan, serta memusatkan pada
satu tokoh dalam satu situasi.
Tidak semua cerita yang pendek disebut cerpen.
Sebuah cerpen memiliki ciri-ciri:
1.
Ceritanya bersifat fiksi atau rekaan, bukan
peristiwa yang benar-benar terjadi, tetapi logis bila terjadi
2.
Pokok pencerita terfokus pada satu aspek cerita
yang menimbulkan kesan tunggal
3.
Masalah yang diungkapkan terbatas pada hal-hal
yang penting saja, dengan pilihan kata yang tepat
4.
Peristiwa disusun dengan cermat, jelas, dan
efektif
5.
Penyajian cerita bersifat naratif
6.
Panjang karangannya kurang dari 10.000 kata
7.
Dapat tuntas dibaca sekali duduk
8.
Berpusat pada satu pokok atau satu masalah
Cerpen dibangun atas dua unsur, yaitu:
1.
Unsur Intrinsik, adalah unsur yang membangun
cerpen dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur ini meliputi:
a.
Tema, yaitu pokok cerita atau dasar pembicaraan
dalam cerita. Tema juga disebut dengan ide cerita.
b.
Penokohan/Perwatakan. Istilah tokoh merujuk pada
orang atau pelaku cerita. Sedangkan penokohan menunjuk pada sifat dan sikap
para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Secara umum, kita
mengenal tokoh:
1)
Protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh
yang memiliki nilai-nilai ideal dan menampilkan sesuatu yang sesuai dengan
pandangan dan harapan pembaca
2)
Antagonis adalah tokoh yang menyebabkan
terjadinya konflik. Yang jahat dan bikin gregetan gitu T_T
3)
Tritagonis adalah tokoh penengah yang fungsinya
membantu menyelesaikan sebuah cerita
Ada
beberapa penggambaran tokoh dalam cerpen, yaitu:
a)
Analitik (secara langsung), yaitu pengarang
melukiskan watak tokoh secara langsung terhadap keadaan sikap, watak, dan
kepribadian pelaku
b)
Dramatik (secara tidak langsung), pengarang
melukiskan keadaan sekitar tubuh, tingkah laku, pandangan hidup, keadaan fisik
dan tanggapan tokoh lain dalam cerpen
c)
Campuran, yaitu melukiskan watak tokoh dengan
cara menggabungkan dramatik dan analitik
c.
Alur/Plot, yaitu urutan peristiwa yang terjadi
berdasarkan hukum sebab-akibat. Alur membuat cerita berkesinambungan. Ada
beberapa macam jenis alur, yaitu:
a)
Alur Maju, alur yang disusun dengan peristiwa
yang berurutan mulai dari perkenalan hingga penyelesaian. Urutan peristiwanya:
1)
Mulai melukiskan keadaan (situation)
2)
Peristiwa mulai bergerak (generating circum
tanses)
3)
Keadaan mulai memuncak (rising action)
4)
Mencapai titik puncak (klimaks)
5)
Pemecahan masalah/penyelesaian (denovement)
b)
Alur Sorot Balik (Flashback), yaitu peristiwa
yang disusun tidak beraturan. Dapat dimulai dari peristiwa terakhir atau di
tengah, kemudian menengok kembali pada peristiwa sebelumnya.
c)
Alur Campuran, yaitu alur yang menggunakan
gabungan alur maju dan alur mundur.
d.
Setting/Latar, yaitu pelukisan tempat, waktu,
suasana, dan situasi terjadinya suatu peristiwa dalam cerita.
e.
Sudut Pandang (Point Of View). Pada dasarnya,
sudut pandang adalah veri pengarang, dalam arti sudut pandang yang diambil oleh
pengarang untuk melihat peristiwa dan kejadian dalam cerita.
Ada 4 jenis sudut pandang yang biasa
digunakan:
1)
Sudut pandang first person-central atau akuan
sertaan (orang pertama, pelaku utama), artinya pengarang secara langsung
terlibat dalam cerita
2)
Sudut pandang first person peripherial atau
akuan tak sertaan (orang pertama, pelaku sampingan), artinya tokoh “aku”
biasanya hanya menjadi pembantu atau pengantar tokoh lain yang lebih penting
3)
Sudut pandang third person-omniscient atau diaan
mahatahu/serba tahu (orang ketiga, pelaku utama), artinya pengarang berada di
luar cerita dan hanya menjadi seorang pengamat mahatahu atas peristiwa di luar
tokoh atau di dalam batin tokoh
4)
Sudut pandang third person-limited atau diaan
terbatas (orang ketiga, pelaku sampingan), artinya pengarang mempergunakan
orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas hak berceritanya.
f.
Konflik/Tegangan/Suspens, bagian cerita yang
membuat pembaca tertarik untuk mengetahui kelanjutannya.
g.
Suasana, artinya segala sesuatu yang dialami
pelaku, baik yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, dan sebagainya.
h.
Gaya Bahasa. Pengarang melukiskan watak para
pelaku dengan gaya bahasa yang sesuai dengan pengarang untuk menghidupkan
cerita. Gaya bahasa diartikan kemahiran seorang pengarang dalam memilih dan
menggunakan kata (diksi), yang pada akhirnya menjadi hasil ekspresi dirinya.
i.
Amanat, yaitu nilai, kesan, pesan dalam cerpen.
Amanat adalah pesan berguna yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
2.
Unsur Ekstrinsik, adalah unsur yang berada di
luar cerpen, tetapi ikut mempengaruhi cerpen tersebut. Unsur ini meliputi:
a)
Keadaan subjektivitas yang memiliki sikap,
keyakinan, dan pandangan hidup.
b)
Keadaan psikologis pengarang (yang mencakup
proses kreatifnya).
c)
Keadaan lingkungan pengarang.
d)
Kondisi masyarakat atau pandangan hidup suatu
masyarakat.
Tangan keriting ngetik segini juga. Sekian untuk
kali ini^^ Semoga membantu...
0 komentar:
Posting Komentar